Make up yourself

Mungkinkah bahagia hanya soal berani atas kelebihan yang ada dalam diri dan kerendahan hati?

Memuji diri sendiri sepertinya sangat perlu untuk kesehatan jiwa saya. Setiap mendapat pujian dari atasan, saya merasa bahagia dan berbunga-bunga layaknya orang jatuh cinta. Mungkin ini yang orang bilang jatuh cinta kepada diri sendiri. Padahal hanya pujian kecil seperti menyetujui usul atau pendapat saya mengenai pekerjaan.

Belakangan ini saya belajar untuk mengatakan apa yang saya inginkan. Menyampaikan apa yang saya keluhkan. Menyanggah apa yang dirasa salah. Mempertanyakan apa yang dirasa kurang benar.

Jadi ingat sebuah kalimat dari sebuah akun askfm seorang selebask. Kira-kira seperti ini…

“Kalau kamu tidak berani bertanya, kamu akan ditenggelamkan dalam keputusan-keputusan”

Saya sangat menyetujui kalimat ini, bahwa tidak menyanggah dan bertanya pada sebuah pernyataan sama saja menyetujui dan mengiyakan pernyataan-pernyataan itu. Maka, kritisi dan katakanlah sesuatu ketika sebuah pernyataan dirasa salah.

Mulai memberanikan diri untuk menyuarakan isi hati dan membahasakan pikiran tidaklah mudah. Sampai saat ini pun saya masih tidak percaya diri dan grogi ketika menyatakan dan menyanggah sesuatu. Sebenarnya saya hanya belum terbiasa. Tidak bisa menebak apa yang akan terjadi setelahnya membuat saya takut untuk bertindak sejauh yang saya mau.

Ketakutanmu pada sesuatu adalah sebuah hal besar untuk dirimu. Orang-orang sering mengatakan kalimat itu. Hal-hal yang kamu takuti akan selalu datang lalu pergi. Ketika suatu hal tidak berjalan sesuai apa yang kamu inginkan, ada baiknya untuk menganggapnya sebagai hal yang biasa. Pernah takut, pernah marah, pernah membenci hal-hal yang tidak dapat kamu kontrol adalah hal yang wajar.

Saya bekerja di sebuah perusahaan furniture pada bagian yang mengerjakan persiapan gambar untuk marketing tools para klien. Ketika ditanya bekerja apa, saya hanya akan bilang ‘menggambar’. Kerja apa mbak? Nggambar, Tante. Seperti itulah. Teman-teman se-profesi pernah protes kenapa saya menyingkat deskripsi perkerjaan (yang yakali bisa dibanggakan) dengan kata yang tidak keren begitu. Saya cuma bisa nyengir.

Saya sangat bersyukur. Saya mencintai pekerjaan saya. Untuk itu saya perlu kerendahan hati untuk tidak membangga-banggakan apa yang saya kerjakan. Saya sih lebih ingin orang-orang melihat apa yang saya hasilkan. Karena sampai sekarang, masih segitu-gitu aja. Ayo ah nit, make something new everyday!

Iklan